Home » News » Pilgub, Politik JATIM memanas: Khofifah Dikalahkan, KPU malah Loloskan Eggy Sudjana

Pilgub, Politik JATIM memanas: Khofifah Dikalahkan, KPU malah Loloskan Eggy Sudjana

zulsyid.COM – Berbagi Artikel Seputar Dunia Internet dan Update Informasi Terbaru Bisa Anda dapatkan disini. Silahkan Baca artikel dibawah ini semoga menjadi bermanfaat bagi kita semua.

[imagetag][/CENTER]

Pilgub Jatim
KPK Diminta Investigasi Dugaan Suap dan Korupsi di KPU Jatim
Senin, 15/07/2013 02:25 WIB

Surabaya – Gagalnya Khofifah menjadi calon gubernur Jatim setelah dicoret KPU Jatim mengundang reaksi. Sebagian besar menyesalkan putusan politik yang diambil penyelenggara pemilu kepala daerah tersebut. Bahkan ada desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan. Pengamat politik menilai terhadangnya Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja bisa diartikan imbas dari indikasi tampilnya ketidaksantunan politik yang tidak menginginkan untuk berkompetisi secara fair dengan pasangan tersebut. "Menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi masih belum menjadi habitus (kebiasaan) dari elite-elite politik di Jawa Timur," terang Airlangga Pribadi kepada detikcom, Senin (15/7/2013) dinihari.

Keputusan KPU kata dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga ini memperlihatkan bahwa jajaran KPU Jatim tidak melihat persoalan ini sedalam-dalamnya dengan mempertimbangkan begitu jelasnya berbagai kejanggalan-kejanggalan dalam prosesi seleksi kandidat. "Semestinya untuk menjaga integritas KPUD dan proses pilkada yang terhormat KPUD berani mengambil langkah untuk mengulangi kembali dari awal proses pencalonan khususnya bagi kandidat-kandidat yang terkait dengan masalah dukungan ganda,"
kata PhD Candidate Asia Research Center Murdoch University ini. Terkait dengan situasi politik yang terjadi di Jawa Timur, Airlangga Pribadi menilai sudah selayaknya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) turun tangan untuk menjaga integritas pelaksanaan pilkada. "Dan KPK juga turun untuk melakukan investigasi terkait dengan indikasi tindakan dugaan suap maupun korupsi," katanya.
http://news.detik..com/surabaya/read…-jatim?9922032

KPU Voting, Khofifah Gagal Lolos ke Pilgub Jatim
SENIN, 15 JULI 2013 | 02:11 WIB

[imagetag]
Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan era Gus Dus, Khofifah Indar Parawansa.

TEMPO.CO, Surabaya-Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur akhirnya memutuskan bahwa bakal pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja tidak lolos sebagai calon gubernur-wakil gubernur Jawa Timur. Hasil itu diputuskan melalui voting dalam rapat pleno di kantor KPU Jawa Timur, Senin dini hari, 15 Juli 2013. Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad mengatakan, KPU telah memutuskan dalam berita acara Nomor 56/BKD.JTM/VII/2013 tentang Penetapan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah dalam Pemilu Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur. "Khofifah tidak ada dalam berita acara ini. Tidak termasuk pasangan calon yang memenuhi syarat," kata Andry dalam konferensi pers di kantor KPU Jawa Timur.

Dalam berita acara tersebut disebutkan bahwa pasangan calon yang lolos mengikuti Pemilu kepala daerah 29 Agustus 2013 adalah Eggi Sudjana-M Sihat dari jalur perseorangan, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah dari PDI Perjuangan dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dari koalisi Partai Demokrat, PPP, Golkar, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, PDS, PKNU, PBR, PBB, PNIM, PKDI, PDK, Partai Buruh, Merdeka, PPDI, PDB, PSI, PPPI, RepublikaN, PBN, PNBKI, PPI, PPRN, Barnas, PPIB, PIS, Partai Pelopor, Partai Patriot.

Terkait Khofifah-Herman, komisoner KPU tidak menghasilkan kesepakatan dalam musyawarah mufakat yang berlangsung selama 12 jam. Mereka kemudian menggelar voting tertutup. Hasilnya, tiga orang berpendapat bahwa Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat. Satu orang menyatakan memenuhi syarat. Sedangkan satu orang lagi berpendapat Partai Kedaulatan yang mendukung Khofifah-Herman memenuhi syarat dan Partai Kedaulatan versi KarSa tidak memenuhi syarat. Adapun PPNUI versi KarSa memenuhi syarat dan PPNUI pendukung Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat.

Dengan demikian hasil voting memutuskan tiga orang menyatakan Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat dan dua orang menyatakan memenuhi syarat. Keputusan itu ditetapkan pukul 23.55 WIB dan dibacakan dalam konferensi pers, Senin 15 Juli pukul 00.33 WIB. Andry mengatakan hasil keputusan ini sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Hanya keputusan pengadilan yang bisa mengubahnya. Namun, ia mengaku kemungkinan adanya gugatan itu belum dibahas dalam rapat pleno.

Keputusan KPU itu juga mempertimbangkan surat rekomendasi dari KPU RI Nomor 472 tanggal 12 Juli 2013. Isinya agar KPU Jawa Timur memperhatikan pasal 66 ayat 2, pasal 64 ayat 3, pasal 10, pasal 2 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2013. Selain itu juga meminta KPU melaksanakan Pilgub harus menjaga hak konstitusional politik. Bahan pertimbangan lain datang dari Badan Pengawas Pemilu. Melalui surat Bawaslu 12 Juli 2013 Nomor 329 dan 14 Juli Nomor 334, Bawaslu menyampaikan rekomendasinya secara tertulis.

Anggota Bawaslu Jawa Timur Sri Sugeng Pudjiatmiko mengatakan rekomendasi itu bersifat normatif agar KPU berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, Keputusan KPU Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penelitian Pencalonan dan Berkas Pencalonan sudah jelas. Di poin VI.4 disebutkan bahwa rekomendasi partai politik pendukung calon wajib ditandatangani ketua umum dan sekretaris jenderal. Terkait dengan voting, Sri menganggapnya halal jika memang musyawarah mufakat tidak tercapai. "Voting itu mekanisme sudah diatur rapat pleno, kalau tidak ditempuh musyawarah mufakat," ujarnya. Ia juga mempersilakan pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk mengambil langkah sesuai peraturan. Ada kemungkinan hasil keputusan pleno KPU bisa dikaji ulang. Rapat pleno KPU ini diawali dengan diskusi internal penyamaan persepsi sejak pukul 12.30 WIB, Ahad, 14 Juli 2013. Keputusan baru ditetapkan menjelang tengah malam, mendekati batas waktu yang ditentukan.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0…e-Pilgub-Jatim

Pertama kali terjadi di Jatim, Tokoh non-Jatim nekad Nyagub di Jawa Timur?
Quote:KPU Jatim Loloskan Eggy Sudjana-M Sihat
Minggu, 07 Juli 2013 | 21:45 WIBAntara/Eric Ireng/vgTERKAIT

[imagetag]
Eggy Sudjana, praktisi hukum yang mendeklarasikan diri menjadi bakal calon gubernur Jawa Timur dalam pilgub 2013 ini melalui jalur perseorangan, saat berada di Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (11/2/2013).

Metrotvnews.com, Surabaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur akhirnya meloloskan pasangan perseorangan Eggy Sudjana-M Sihat, setelah dalam rekapitulasi dukungan pasangan tersebut dinyatakan memenuhi syarat maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang akan digelar Agustus 2013.

Dalam rekapitulasi pada Minggu (7/7), Eggy Sudjana-M Sihat berhasil meraih dukungan KTP sebanyak 1.141.641 dari 1.118.097 orang yang dipersyaratkan untuk bisa lolos. "Dengan jumlah tersebut makan Eggy Sudjana-M Sihat dinyatakan lolos dukungan untuk maju Pilgub Jatim,
" kata Ketua KPU Jatim Andre Dewanto di Surabaya. Pada rekapitulasi tahap kedua ini, pasangan tersebut hanya mendapat dukungan sah 239.910. Oleh KPU kemudian dikenakan penalti kelipatan dukungan sebanyak 1,8 juta. Eggy Sudjana menyanggupi untuk melengkapi dukungan dan menyerahkan 2 juta dukungan. Namun setelah diverifikasi hanya 1,8 juta yang dinyatakan sah.

Pada rekapitulasi itu, jumlah dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 901.731 sedangkan tidak memenuhi syarat 920.821 dukungan. Bila dijumlahkan dengan jumlah yang sah berdasarkan rekapitulasi tahap pertama, jumlah dukungan Eggy mencapai 141.641 lebih besar dibandingkan yang dipersyaratkan KPU 1.116.097 dukungan. Meski telah lolos, menurut Andre, masih ada tahaoan lagi yang harus dilalui, yakni lolos administrasi, ijazah, dan kesehatan. "Keduanya akan kami plenokan pada 14 Juli, sekaligus menyatakan lolos dan tidak pasangan tersebut untuk maju," katanya. M Sihat yang menjadi cawagub menyatakan gembira. Kini pihaknya kosentrasi untuk menyusun pemenangan pilgub. "Dalam waktu dekat kita akan susun pememangan pilgub. Setelah itu baru kami menyusun program kerja untuk kampanye," ujarnya.
http://www.metrotvnews.com/metronews…udjana-M-Sihat

Datangi KPU Jatim, Eggi Bawa Empat Truk KTP
Pasangan bacalon gubernur Jatimjalur independen Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat membawa empat truk KTP dukungan ke KPU Jatim
24 Juni 2013 jam 03:10

[imagetag]
Pasangan bakal calon gubernur jalur independen Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat (Eggi-Sihat)

SURABAYA – Pasangan bakal calon gubernur jalur independen Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat (Eggi-Sihat) membawa dua juta KTP sebagai tanda perbaikan dukungan. Berkas tersebut diangkut dalam empat truk ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim). Eggi-Sihat datang bersama puluhan tukang becak sambil menggowes pedal angkutan sepeda tersebut.

Eggi menjelaskan KPU tak boleh mempersulit pasangan Eggy-Sihat. Ini disebabkan proses pencalonan mereka tidak membebani siapapun, termasuk anggaran APBN/APBD. �Saya berharap, aspirasi masyarakat Jatim yang dinilai mengalir, tidak lagi dibatasi, � pungkasnya.
http://www.berita99.com/pilkada/8323…empat-truk-ktp

Kayaknya kagak bener, bila calon PKB yang basis utamanya di Provinsi Jatim itu, disisihkan sebelum bertanding …
Quote:Pilgub Jatim Ajang Pertarungan Soekarwo dengan Khofifah
08 Mei 2013 23:28:59

[imagetag]
Peta politik saat Pilgub 2008, suara Khofifah & Soekarwo terpaut kecil

Jakarta (Antara) – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito menyatakan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 akan menjadi ajang pertarungan Soekarwo-Saifullah Yusuf dengan Khofifah Indar Parawansa dan pasangannya. "Untuk pasangan Bambang D.H.-Said Abdullah saya kira belum bisa mengimbangi pasangan ‘incumbent’ (petahana) Soekarwo-Saifullah Yusuf," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Soekarwo-Syaifullah Yusuf diusung koalisi gemuk yang dimotori Partai Demokrat, sementara Khofifah diusung PKB dan tujuh partai nonparlemen, sedangkan Bambang D.H.-Said Abdullah diusung PDI Perjuangan. Menurut Gugus, sebagaimana Pilgub Jatim 2008, pada pilgub yang dilaksanakan Agustus mendatang, Khofifah tetap akan menjadi lawan paling berat bagi pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. "Apalagi jika Khofifah tepat dalam memilih pasangan cawagubnya," kata Gugus. Menurut dia, Khofifah akan jauh lebih berpeluang menang jika berpasangan dengan cawagub yang tidak hanya populer, tetapi juga punya daya jelajah yang cukup di Jatim, punya basis teritorial, pengalaman di birokrasi, dan mempunyai logistik yang cukup.
http://www.antarajatim.com/lihat/ber…engan-khofifah

Rizal Ramli: Soekarwo Sengaja Hadang Khofifah
Selasa, 4 Juni 2013 18:58 wib

[imagetag]
Calon incuben, Gubernur Soekarwo

JAKARTA – Rizal Ramli ikut angkat bicara soal dukungan ganda Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) di Pilgub Jatim. Menteri BUMN era Gus Dur ini menuding calon incumbent Soekarwo sengaja menghadang pencalonan Khofifah Indar Parawansa dengan cara tidak elegan. â��Mas Karwo, cara-cara Mas Karwo untuk menggagalkan partai-partai pendukung Khofifah sangat curang dan membahayakan Mas Karwo sendiri,â�� kata Rizal Ramli melalui keterangan tertulis kepada Okezone, Selasa (4/5/2013).

Rizal Ramli mengaku telah mengantongi bukti-bukti kuat kecurangan calon yang diusung Partai Demokrat tersebut. �Kami punya bukti-bukti tentang kecurangan mas Karwo,� katanya. Rizal menambahkan, cara-cara curang yang dilakukan Soekarwo akan berdampak pada memburuknya demokrasi di Indonesia, terutama Jawa Timur. �Cara itu membunuh demokrasi dihulu, dan meniadakan hak rakyat untuk memilih secara adil,� katanya.

Karena itu, dia meminta Soekarwo segera menghentikan praktik politik curang tersebut. �Kami minta Mas Karwo menghentikan cara-cara curang ini. Demi kebaikan mas Karwo sendiri, dan rasa keadilan,� pungkasnya. Sementara itu, Ketua Umum Partai Kedaulatan (PK), Denny Cilah, menegaskan, pihaknya mendukung Pasangan Khofifah-Herman di Pilgub Jawa Timur. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partainya. �Keputusan apapun yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kedaulatan bukan keputusan individu tapi berdasar AD &ART, dan bersifat kolektif kolegial,� katanya.

DPP Partai Kedaulatan, katanya, secara afirmatif mendukung Khofifah. "Seandainya terjadi perbedaan internal maka ini mutlak urusan internal Partai Kedaulatan yang harus kami selesaikan secara internal pula,� katanya. Terkait hal itu, ia meminta KPU Jawa Timur untuk tidak memasuki wilayah internal Partai, bertindak bijak, netral dan tidak tendensius. �KPU telah melakukan verifikasi pada Partai Kedaulatan dan Dewan Pimpinan Pusat menyatakan mengusung dan mendukung Khofifah sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur periode 2013-2018,� katanya.

Sehubungan dengan situasi di atas, dosen Fisip Unair, Airlangga Pribadi, mengatakan, manuver pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang terkesan berusaha mengambil dukungan dari partai pendukung Khofifah menunjukkan bahwa sebenarnya KarSa cenderung takut berkompetisi secara fair dengan Khofifah, merujuk pada apa yang terjadi di 2008. �Ini memprihatinkan karena Soekarwo sebagai kader Partai Demokrat semestinya mengingat pesan Presiden SBY yang kerap kali berpesan
agar kader-kader partainya menjalankan politik santun dan etis,� katanya. Ia menambahkan, apa yang terjadi di Jawa Timur saat ini memperlihatkan bahwa Soekarwo yang merupakan kader Partai Demokrat, karena tidak menjalankan politik yang santun. �Apa yang terjadi di Jawa Timur terlihat bahwa Pakde Karwo sebagai kader Partai Demokrat tidak mengindahkan pesan dari SBY,� tandasnya.
http://surabaya.okezone.com/read/201…adang-khofifah

Massa Khofifah Paksa Masuk Kantor KPU Jatim, Polisi Siaga
Minggu, 14 Juli 2013 | 22:44 WIB

[imagetag]
Massa perempuan pendukung Khofifah-Herman gelar istigosah di depan kantor KPU Jatim.

SURABAYA, KOMPAS.com – Di tengah digelarnya rapat pleno penetapan cagub-cawagub Jatim di Kantor KPU Jatim, Minggu (14/7/2013), massa pro Khofifah mendadak berupaya masuk ke kantor KPU. Untungnya, barisan polisi berhasil menghadang mereka. Massa tidak berhasil menerobos barisan polisi yang membawa perlengkapan anti huru hara dan memenuhi satu sisi Jalan Raya Tenggilis Surabaya. ”Kami di sini bukan untuk berbuat anarkis, kami hanya ingin bersilaturahim dengan anggota KPU dan meminta mereka memasukkan pasangan Khofifah-Herman sebagai pasangan cagub-cawagub Jatim,” kata orator aksi, Syamsul Arifin.

Aksi tegang itu sempat memancing perhatian sejumlah pejabat polisi. Beberapa saat kemudian, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta pun turun ke lokasi untuk memantau langsung. Hingga laporan ini dikirim, belum ada tanda-tanda KPU Jatim akan menginformasikan hasil plenonya kepada wartawan. Yang pasti, jika hingga pukul 24.00 WIB, belum ada hasil, maka akan dilakukan voting untuk menentukan pasangan Khoffiah-Herman akan lolos menjadi pasangan cagub Jatim atau tidak. Alotnya penentuan pasangan Khofifah-Herman untuk maju dalam Pilgub Jatim menyusul ditemukannya dukungan ganda dua partai non parkemen yakni PPNUI dan PK.
http://regional.kompas.com/read/2013…m.Polisi.Siaga

Jika Khofifah tidak Lolos, Pilgub Jatim Bisa Batal
Minggu, 14 Juli 2013 | 12:33 WIB

[imagetag]
Gus Sholah

Metrotvnews.com, Jombang: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim Salahuddin Wahid alias Gus Sholah mengultimatum KPU Jatim. Dia menegaskan jika pasangan Khofifah dan Herman tidak lolos dalam penetapan calon gubernur malam nanti pemilu kada Provinsi Jatim bisa dibatalkan jika KPUD bekerja tidak fair. Gus menyebutkan pasangan Sukarwo-Ipul dan KPU sangat erat secara tidak langsung bermain politik menjegal Khofifah dengan persyaratan dukungan.
http://www.metrotvnews.com/metronews…tim-Bisa-Batal

Khofifah Tak Lolos, Muhaimin: Saya Khawatir Massa Bergejolak
Minggu, 14 Juli 2013 | 16:41

[imagetag]
Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar

SURABAYA, KOMPAS.com – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, berharap KPU meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Sumawiredja sebagai kontestan Pilgub Jawa Timur Agustus nanti. Ia khawatir jika tidak pasangan yang diusung oleh partainya ini tidak lolos, bisa terjadi gejolak pada massa akar rumput pendukung pasangan tersebut. ”Massa PKB dan jajaran pengurusnya serta massa Muslimat NU di daerah selama ini solid dan cukup kompak, saya khawatir jika nanti ada gejolak jika Khofifah-Herman tidak lolos,” ucap Muhaimin, Minggu (14/7/2013). Pasalnya, proses awal dinilainya terindikasi sarat unsur politis dan berisiko merugikan kepentingan serta hak pilih masyarakat Jatim. ”Semua pihak yang berkepntingan dalam Pilgub juga diharapkan mengedepankan politik santun dan menjunjung kompetisi yang sehat,” tambahnya.
http://regional.kompas.com/read/2013…ssa.Bergejolak

——————————-

Siap-siap aja elit politik Jakarta dan Jatim kalau pergolakan politik di Jatim itu berkembang menjadi pergolakan dan kerusuhan horizontal yang bisa menganggu stabiltas nasional menjelang pemilu dan pilpres! Kayaknya mereka semua tidak begitu paham dan kurang tahu bagaimana tempramen masyarakat Jatim bila wilayahnya mulai diobok-obok kekuatan dari luar.

Tiba-tiba nekadnya Eggy Sudjana mencalonkan menjadi Cagub Jatim di wilayah santri itu, yang samasekali tak dikenal masyarakat Jawa Timur dan mengingat ‘track record’nya selama ini di level nasional, adalah sebuah "keanehan’. Emangnya mau meniru-niru sukses Jokowi di DKI Jakarta dulu? Kalau dia mencalonkan di Pilgub Jawa Barat, masih masuk akallah! Apalagi sampai dia bisa di loloskan oleh KPU Jatim, jelas itu bukan peristiwa kebetulan. Hal sama ketika Khofifah (kandidat Gubernur Jatim yang "seharusnya" menang dalam Pilgub Jatim 2008 lalu), yang terkesan dijegal sejak awal pencalonanya, dan akhirnya terbukti dijegal betulan oleh KPK Jatim, itu juga bisa jadi bukan peristiwa kebetulan semata. Adanya seruan masyarakat agar KPU Jatim diselediki dan diperiksa tentang kemungkinan adanya praktek suap dalam kasus penetapan cagub Jatim itu, membuktikan dasar kecurigaan rekayasa itu bukan isapan jempol.

[imagetag]
Sumber : http://idegue–news.blogspot.com/2013/07/pilgub-politik-jatim-memanas-khofifah.html